Sufi

Jellaba

Imam Junayd berkata: ‘Si sufi seperti bumi, kotoran ditimpakan kepadanya namun bunga mawar tumbuh darinya.’ Ia juga berkata: ‘Si sufi seperti bumi yang menopang si benar dan si salah, seperti langit yang menaungi segala, seperti hujan yang mencuci semua.’

Sufi bersemesta. Ia telah mempreteli dan menghilangkan ciri-ciri keakuannya untuk memperoleh wawasan nyata kenyataan semesta. Selanjutnya ia telah menggulung semesta dan menghapusnya. Ia telah melampauinya. Si sufi telah menyebut ’Allah’ – hingga ia paham. Semua pria dan wanita bermain di dunia seperti kanak-kanak. Tugas si sufi adalah mengenali akhir di awalnya, menerima awal di akhirnya, tiba pada wawasan tawhid. Ketika perbedaan lahiriah sudah serupa, dan saat itu hadir, dan hati tenang, kosong dan penuh, cahaya di atas cahaya, seseorang yang berpakaian wol telah diselubungi jubah kemuliaan dan telah lengkap.